Model Intervensi Simulasi Mitigasi Urban Heat Island (UHI) Berbasis Computational Fluid Dynamics (CFD) pada Buffer Zone Kawasan Urban Heritage
Pada hari Selasa 28 Oktober 2025, bertempat di Ruang Rapat BAPPEDA Kota Malang digelar FGD yang bertajuk; “Model Inervensi Simulasi Mitigsi Urban Heat Island (UHI) Berbasis Computational Fluid Dynamics (CFD) pada Buffer Zone Kawasan Urban Heritage”. Kegiatan ini merupakan bagian dari penelitian yang diketuai oleh Prof. Ir. Respati Wikantiyoso, MSA., Ph.D. Penelitian ini didanai oleh DRPM, KemenDitiRisTek tahun anggaran 2025. Penyelenggaraan di Ruang Rapat BAPPEDA kota Malang, merupakan wujud komitmen BAPPEDA Kota Malang sebagai Mitra Pemkot dalam Penelitian ini. Acara FGD menghadirkan Narasumber dari BAPPEDA dan Dinas Lingkungan Hidup Kota Malang. Hadir dalam acara tersebut 10 Dinas terkait, BBWS, Perum Jasa Tirta dan BPBD Kota Malang. FGD ini merupakan kegiatan FGD Pertama, yang akan disusul FGD kedua pada Awal Desember 2025, di tempat yang sama, yang akan fokus membahas hasil simulasi CFD dan potensinya sebagai upaya Mitigasi UHI di Kawasan Heritage Kayutangan.


Pemanasan global dan Urbanisasi yang pesat telah meningkatkan fenomena Urban Heat Island (UHI), yang ditandai dengan kenaikan suhu di daerah perkotaan dibandingkan dengan daerah sekitarnya. UHI tidak hanya sebatas gejala fisik perkotaan, tetapi juga memiliki implikasi serius bagi kualitas hidup masyarakat perkotaan. Selain meningkatkan suhu lingkungan, UHI juga berkontribusi pada penurunan kenyamanan termal, peningkatan konsumsi energi akibat penggunaan pendingin ruangan yang lebih intensif, serta peningkatan risiko kesehatan terutama bagi kelompok rentan. Masalah ini menjadi semakin kompleks di kawasan Urban heritage, di mana keterbatasan dalam perubahan struktur dan material bangunan menghambat penerapan solusi konvensional untuk mitigasi UHI. Oleh karena itu, diperlukan pendekatan berbasis simulasi yang dapat mengevaluasi strategi mitigasi secara komprehensif. Salah satu metode yang paling unggul dalam analisis ini adalah pemodelan berbasis Computational Fluid Dynamics (CFD), yang memungkinkan simulasi perpindahan panas dan aliran udara dengan resolusi tinggi serta akurasi yang lebih baik dibandingkan dengan model lainnya .

Dalam analisis perpindahan panas dan aliran udara di lingkungan perkotaan, terdapat tiga mekanisme utama yang berperan: konduksi, konveksi, dan radiasi. Konduksi terjadi ketika panas berpindah melalui material bangunan, bergantung pada konduktivitas termal dari material tersebut . Sementara itu, konveksi melibatkan perpindahan panas melalui fluida, dalam hal ini udara perkotaan, yang dapat dipengaruhi oleh geometri bangunan dan kecepatan angin. Radiasi merupakan mekanisme utama dalam pemanasan permukaan, yang melibatkan interaksi antara radiasi matahari dan permukaan bangunan yang memiliki sifat optik berbeda, seperti albedo dan emisivitas.
Studi kasus di kawasan Urban heritage Kayutangan, Malang, menunjukkan bahwa area ini mengalami peningkatan suhu yang cukup signifikan akibat tingginya densitas bangunan, minimnya ruang terbuka hijau, serta dominasi permukaan perkerasan yang memiliki albedo rendah. Berdasarkan penelitian sebelumnya, suhu di kawasan Kayutangan dapat mencapai perbedaan hingga 3-5°C lebih tinggi dibandingkan dengan area sub Urban sekitarnya pada siang hari. Faktor lain yang memperparah kondisi ini adalah keterbatasan modifikasi struktur bangunan karena adanya regulasi pelestarian kawasan cagar budaya. Oleh karena itu, mitigasi UHI di kawasan ini memerlukan pendekatan yang tidak hanya mempertimbangkan efektivitas teknis tetapi juga aspek historis dan konservasi.Dalam beberapa dekade terakhir, berbagai penelitian telah mengembangkan strategi mitigasi UHI, termasuk penerapan permukaan reflektif, atap hijau, dan peningkatan ruang terbuka hijau. Namun, di kawasan Urban heritage, penerapan strategi ini sering kali menghadapi kendala dalam hal estetika, regulasi konservasi, serta keterbatasan ruang.

Oleh karena itu, diperlukan model intervensi yang dapat mengevaluasi efektivitas strategi mitigasi dengan mempertimbangkan berbagai aspek historis dan lingkungan spesifik kawasan tersebut. Teknologi Computational Fluid Dynamics (CFD) menawarkan pendekatan berbasis simulasi yang dapat digunakan untuk menganalisis pola distribusi panas dan aliran udara dalam lingkungan perkotaan secara detail CFD memungkinkan evaluasi berbagai skenario mitigasi sebelum diterapkan secara fisik, sehingga dapat membantu perencanaan yang lebih efektif dan efisien. Dalam konteks buffer zone kawasan Urban heritage CFD dapat digunakan untuk mensimulasikan perubahan suhu dan aliran udara secara dinamis, sehingga memberikan gambaran yang lebih akurat mengenai dampak dari berbagai strategi mitigasi yang diterapkan.