SPSD Virtual Conference 2020; Lockdown Urbanism
SPSDVC2020, 5-7 February 2021.
International Community for Spatial Planning and Sustainable Development, merespon Pandemi covid-19 dengan menyelenggarakan SPSD2020-VC dengan tema Locdown Urbanism. Era Pandemi saat ini telah menyebabkan lebih dari 100 juta kasus yang dikonfirmasi dan 2,16 juta kematian orang secara global (hingga akhir Januari 2021). Berbagai masalah kesehatan dan kesejahteraan akibat Lockdown skala terbesar di abad ke-21 telah ditangani. Tantangan global untuk keberlanjutan perkotaan dan pengembangan Smart City:
- Bagaimana merancang Lingkungan dan Hunian secara kreatif dalam menanggapi perubahan gaya hidup akibat Pandemi Covid-19?
- Bagaimana merancang infrastruktur digital dan sosial dengan cerdas untuk mendukung adaptasi individu terhadap perubahan gaya hidup akibat Pandemi Covid-19?
- Bagaimana tata kelola kota dan kota pintar menghadapi berbagai ketimpangan sosial, spasial, dan informasi?
Diskusi dan debat multi-disiplin dan internasional tentang pertanyaan-pertanyaan yang tepat waktu ini membantu memikirkan kembali perencanaan dan tata kelola kota yang sehat dalam masa ketidakpastian. Pada kesempatan ini dengan mengangkat kasus studi di Kampoeng Boenga Grangsil, saya berpartisipasi dengan mengangkat judul presentasi: “Rural Tourism Destination Spatial Interventions Face the Risk of COVID-19 Infection. Case Study: Kampong Boenga Grangsil Tourism Destination, Dampit District, Malang Regency”
Abstraksi paparan tersebut menggambarkan tentang upaya Destinasi wisata ini merespon Pandemi saat ini dan masa mendatang. Di masa Pandemi Covid-19, sektor pariwisata menjadi sektor yang paling terdampak secara ekonomi. Epidemi COVID1-9 telah mengubah kondisi “normal” di semua aspek kehidupan, termasuk kegiatan sektor pariwisata. Program Pengembangan Kampoeng Boenga Grangsil menghadapi tantangan ketahanan spasial yang signifikan selama masa transisi ke Pandemi COVID-19. Ketidakpastian berakhirnya Pandemi COVID-19 menuntut kita beradaptasi dengan Kondisi Baru, Persyaratan Baru (jarak sosial dan fisik), Orde Baru (fisik, sosial, dan kesehatan), dengan menyiapkan protokol destinasi wisata. Beberapa pertanyaan mendasar tersebut antara lain: (1) apa implikasi spasial untuk kebutuhan jarak sosial dan fisik dalam kegiatan wisata pertanian? (2) Tindakan pencegahan apa yang harus dilakukan melalui intervensi spasial dalam penataan destinasi wisata pedesaan? Dan; (3) Bagaimana tata ruang Destinasi Wisata yang dapat mengurangi risiko tertular COVID-19 bagi pengunjung. Diskusi bertujuan untuk membuat model Intervensi Spasial Destinasi Wisata Pedesaan dalam Menghadapi Risiko Infeksi COVID-19. Kajian ini memperkaya persyaratan desain tata ruang destinasi wisata berdasarkan risiko penularan COVID-19.