RESPATI WIKANTIYOSO

Personal Web Pages


RESPATI WIKANTIYOSO

Paparan (Webinar) pada 3rd International Seminar on Livable Space

Jakarta, 19 Agustus 2020.

Pada event tersebut berpartisipasi sebagai presenter dengan judul paparan: “Sustainable Urban Spatial Resilience in Improving the Quality of Livable Green Open Space (GOS). Case study; An Implementation Of Green City Development Program (GCDP) in Malang City Center Development Area, Indonesia”. Pembangunan Berkelanjutan adalah kesepakatan bersama yang bertujuan menghasilkan pembangunan yang harmonis dan berkelanjutan. Harmoni mengandung pengertian yang berkaitan dengan aspek ekologi, humaniora, dan ekonomi. Pembangunan berkelanjutan bertujuan untuk meningkatkan kualitas hidup generasi sekarang dan yang akan datang. Dengan kata lain, pembangunan kota yang berkelanjutan mengarah pada terciptanya ekosistem kota yang layak huni. Kota layak huni merupakan kondisi ideal yang dapat memberikan ruang bagi kehidupan kota dalam kawasan perkotaan yang alami dan berkelanjutan. Revitalisasi RTH harus memperhatikan dimensi skala, struktur, bentuk, fungsi, dan jaringan ruang kota. Ruang lingkup revitalisasi harus mempertimbangkan aspek skala RTH perkotaan yang akan dikembangkan, penataan ruang, bentuk ruang, manifestasi ruang, fungsi ruang, dan bagaimana keterkaitan spasial dari aspek mobilitas. Ketahanan Kota sebagai suatu proses dapat diartikan sebagai upaya peningkatan kemampuan untuk menyerap dan merespon dampak bencana serta menata kembali untuk mengatasi gangguan dalam mencapai kondisi normal pasca stres bencana atau perubahan perkotaan. Diskusi ini bertujuan untuk menciptakan model ketahanan spasial perkotaan yang berkelanjutan dalam meningkatkan kualitas RTH yang layak huni. Full Paper After Conference Publication (klik disini).


Comments are closed.